Koresponden asing Matt Bradley mengungkapkan bahwa tim NBC News beserta dirinya dalam kondisi baik dan sedang memulihkan diri setelah mengalami kekerasan fisik oleh sekelompok pemukim. Insiden tersebut terjadi ketika mereka tengah melakukan wawancara dengan seorang perempuan Palestina berusia 51 tahun bernama Aida Ahmed Abdullah di Tepi Barat.
Dalam program acara Today, Bradley menceritakan bahwa seluruh anggota timnya yang meliputi produser, kamerawan, hingga pengemudi kendaraannya turut menjadi korban pemukulan dalam serangan yang berlangsung pada hari sebelumnya. Meski demikian, ia memastikan bahwa mereka saat ini aman dan berangsur pulih dari cedera ringan yang dialami.
Kronologi Serangan di Tepi Barat
Peristiwa kekerasan itu bermula ketika tim jurnalis sedang mewawancarai Abdullah yang rumahnya dilaporkan telah diduduki oleh para pemukim. Secara tiba-tiba, sekelompok pria bermasker yang datang menggunakan kendaraan berpelat nomor Israel mendatangi lokasi dan menghantam mereka menggunakan tongkat serta batu.
Akibat serangan tersebut, kaca depan kendaraan kru hancur dan para penyerang memukul kru media secara brutal. Salah satu pelaku bahkan tertangkap kamera mengayongkan tongkat ke arah juru kamera sebelum perangkat perekam tersebut jatuh ke tanah.
Baca Juga: Senat California Sahkan RUU Insentif Pascaproduksi Film dan TV
Kondisi Korban dan Penanganan Medis
Dalam serangan mendadak itu, Aida Ahmed Abdullah dipukul hingga pingsan oleh para pelaku sebelum akhirnya tim berhasil membawanya ke dalam ambulans untuk mendapatkan pertolongan medis. Korban saat ini telah keluar dari rumah sakit dan sedang menjalani pemulihan, sementara kediamannya masih dikuasai oleh pemukim.
Bradley menyampaikan bahwa timnya telah bertahun-tahun meliput isu kekerasan pemukim terhadap warga Palestina di wilayah tersebut. Namun, dalam kejadian nahas ini, giliran kelompok jurnalis tersebut yang mendapati diri mereka berada di tengah target kekerasan.
Respons Internasional dan Penyelidikan
Menanggapi insiden tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama Duta Besar Amerika Serikat Mike Huckabee menyampaikan kecnaran terhadap aksi yang dilakukan oleh para teroris Israel. Di sisi lain, jajaran militer dan polisi perbatasan negara setempat telah membuka investigasi resmi untuk mengusut tuntas kasus penyerangan ini.
Berdasarkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dikutip oleh Bradley, lonjakan kekerasan oleh pemukim Israel di Tepi Barat mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Catatan tersebut menunjukkan bahwa kekerasan yang terjadi telah mengakibatkan tewasnya 76 warga Palestina sepanjang tahun ini, termasuk di antaranya 18 anak-anak.
Baca Juga: Google Maps Ubah Danau Ontario Jadi Lake America






