Pengambilalihan Bruin Theatre yang bersejarah di kawasan Westwood, Los Angeles, pada musim panas ini diwarnai kontroversi setelah dua relawan mengundurkan diri akibat dugaan rasisme dan antisemitisme pekan lalu. Pengunduran diri tersebut terjadi setelah pengguna media sosial menghubungkan unggahan dari akun Kingsway dengan proyek restorasi yang dipimpin oleh Rui Pereira di Bruin Theatre.
Rui Pereira merupakan seorang operator bioskop asal Kanada yang telah mengelola Kingsway Theatre berlayar tunggal di Toronto sejak tahun 2009. Langkah ekspansinya ke Los Angeles segera memicu perhatian publik menyusul berbagai laporan investigasi mengenai masa lalunya di industri perfilman.
Menanggapi kepergian para relawan serta berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya, Pereira memberikan bantahan keras melalui pernyataan tertulis pada 26 Agustus lalu. "Tidak ada kontroversi dan segala upaya untuk menciptakannya adalah tidak jujur dan licik," ujar Pereira kepada media.
Dua hari berselang, ketika dimintai konfirmasi mengenai unggahan spesifik tentang komunitas Yahudi oleh akun Kingsway, Pereira mengakui bahwa konten tersebut bersifat ofensif dan menyatakan bahwa dirinya harus bertanggung jawab. Kendati demikian, ia tetap menolak tuduhan lain terkait rasisme, diskriminasi rasial, serta praktik bisnisnya di Toronto.
Baca Juga: Penyelidikan Federal Menghantam Tesla Cybercab Usai Resmi Meluncur
Dalam tanggapan terpisah melalui surel, Pereira mengecam pemberitaan yang beredar sebagai informasi palsu dan menyesatkan yang tidak didasarkan pada proses hukum maupun peristiwa terdokumentasi. Pihak media telah mewawancarai lebih dari 25 narasumber di Amerika Serikat dan Kanada yang pernah berinteraksi dengan Pereira sejak tahun 2009.
Rekam Jejak Sengketa di Toronto
Sejarah operasional Pereira di Toronto diwarnai sejumlah konflik sejak awal pengambilalihan Kingsway Theatre pada 2009, yang melibatkan seorang investor bernama Rick Ross selaku presiden perusahaan teknologi SwitchWorks. Ross menyatakan telah menggelontorkan dana sekitar 200.000 dolar Amerika Serikat untuk merenovasi bioskop tersebut bersama Pereira, namun hubungan kemitraan itu retak dalam kurun waktu beberapa bulan.
Pada 26 June 2009, Ross mendatangi bioskop tersebut bersama seorang rekan untuk mengambil peralatan kerja dan merekam konfrontasi yang terjadi. Ketegangan memuncak beberapa pekan kemudian pada 9 Juli 2009, ketika Ross kembali datang saat pemutaran film sore dan menuduh Pereira menyerangnya di hadapan penonton.
"Ia mengejar dan memukul saya tanpa provokasi," kata Ross. Ia juga mengeklaim insiden tersebut berlanjut hingga ke ruang lantai dua dan mengakibatkan cedera fisik serius berupa keretakan pada rongga mata.
Baca Juga: Ekspedisi NODSSUM Temukan Barel Limbah Radioaktif di Atlantik Mulai Bocor
Pertarungan Hukum dan Proyek Lain
Catatan menunjukkan konflik serupa juga terjadi ketika Pereira berupaya merestorasi bioskop kedua di Toronto, yaitu Humber Cinema, pada tahun 2011. Kurang dari satu tahun setelah pembukaan kembali, Pereira harus menghadapi penggusuran dan perselisihan hukum berkepanjangan dengan pemilik gedung, Claude Bitton, yang menuduhnya menunggak pembayaran ribuan dolar.
Pereira membantah tudingan tersebut dengan dalih bahwa perlengkapan seperti kursi dan proyektor adalah milik perusahaannya. Sengketa ini turut melibatkan jurnalis film Sean Patrick Kelly, yang menilai bahwa gaya kepemimpinan Pereira kerap memicu konflik di komunitas film Toronto.
Hingga kini, di tengah upaya terbarunya memulihkan Bruin Theatre di Los Angeles, Pereira bersikeras bahwa tidak ada lagi masalah hukum yang tertunda terkait operasional bisnisnya di masa lalu.






