Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Kehakiman (DOJ) menuai kritik tajam dari surat kabar The New York Times setelah mengajukan dokumen pengadilan federal yang memberikan dukungan kepada OpenAI dalam sengketa hak cipta berskala besar. Langkah hukum ini menempatkan pemerintah di pihak perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan raksasa dalam pertempuran hukum yang melibatkan berbagai media serta penulis ternama.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis merespons langkah tersebut, juru bicara The New York Times, Graham James, melontarkan kecaman keras terhadap kebijakan pemerintah. "Pemerintahan memihak segelintir perusahaan kecerdasan buatan bernilai triliunan dolar dengan mengorbankan jutaan kreator Amerika yang karyanya mereka curi," ujar James.
Argumen Hukum dan Kepentingan Keamanan Nasional
Dalam dokumen pernyataan kepentingan atau statement of interest setebal 20 halaman yang diajukan ke pengadilan pada Selasa malam, pihak DOJ berpendapat bahwa The New York Times berupaya mempersempit doktrin penggunaan wajar demi mengecualikan pelatihan model bahasa besar milik OpenAI. Pemerintah menegaskan bahwa integrasi kecerdasan buatan yang efektif sangat krusial bagi kapabilitas keamanan nasional Amerika Serikat.
Lebih lanjut, pihak DOJ menyatakan bahwa aturan hukum yang mempersulit pengembangan industri kecerdasan buatan di dalam negeri justru dapat mengancam keamanan nasional serta memberikan keuntungan kompetitif bagi pihak asing. Pemerintah menekankan bahwa Amerika Serikat memiliki kepentingan yang kuat untuk memastikan pengadilan menolak argumen apa pun yang menyatakan bahwa pelatihan model bahasa besar pada teks berhak cipta melanggar undang-undang hak cipta.
Baca Juga: Teka-Teki NYT Connections Hari Rabu Menuai Keluhan Pemain
Posisi Para Kreator dan Penulis Ternama
Sengketa hukum yang telah berjalan hampir tiga tahun ini turut melibatkan banyak penulis manusia papan atas yang menentang kelompok pimpinan Sam Altman. Sejumlah sastrawan terkenal yang berada dalam barisan penuntut mencakup pencipta Game of Thrones George R.R. Martin, John Grisham, pencipta karakter Bosch Michael Connelly, Jonathan Franzen, Jodi Picoult, serta Sarah Silverman bersama Authors Guild.
Selain itu, deretan penulis lain seperti David Baldacci, Mary Bly, Sylvia Day, Elin Hilderbrand, Christina Baker Kline, Maya Shanbhag Lang, Victor LaValle, Douglas Preston, Roxana Robinson, George Saunders, Scott Turow, dan Rachel Vail turut ambil bagian dalam gugatan tersebut. Perwakilan The New York Times menegaskan bahwa kecerdasan buatan dan para kreator sebenarnya dapat tumbuh bersama, asalkan perusahaan teknologi membayar kompensasi secara adil untuk konten yang digunakan.
Tenggat Waktu Pengadilan Federal
Terkait perkembangan proses peradilan di New York, Hakim Sidney H. Stein telah mengeluarkan instruksi resmi di dalam catatan sidang. Penggugat diperintahkan untuk memberikan penjelasan tertulis pada atau sebelum 11 September 2026 mengenai alasan tindakan hukum ini tidak boleh ditangguhkan menunggu penyelesaian mosi putusan ringkasan dalam kasus aktif lainnya di multidistrict litigation tersebut.
Sementara itu, pihak tergugat diberikan kesempatan untuk mengajukan tanggapan paling lambat pada 18 September 2026. Tanggal 11 September tahun tersebut juga menandai peringatan 25 tahun serangan teroris terhadap menara World Trade Center di kota New York.
Baca Juga: Clippers dan Steve Ballmer Lawan Sanksi Berat NBA Terkait Pelanggaran Gaji






