Film komedi gelap berjudul Buddy yang didistribusikan oleh Roadside Attractions dan Saban Films berhasil melampaui ekspektasi dengan meraup US$5,36 juta dari 1.258 layar pada pekan pembukanya di box office domestik. Perolehan tersebut menempatkan film ini di posisi keenam, jauh di atas angka perkiraan awal pelacakan pasar yang berada di kisaran US$2,5 juta.
Pencapaian ini sekaligus mencatatkan rekor tersendiri bagi Roadside Attractions sebagai pembukaan terbaik mereka sejak masa pandemi COVID-19. Rekor sebelumnya dipegang oleh film I Can Only Imagine yang dirilis pada 2018 dengan pendapatan US$17 juta.
Rekor Baru untuk Distributor dan Penayangan Terbatas
Bagi Saban Films, penayangan perdana ini menjadi pencapaian tertinggi dalam sejarah perjalanan 12 tahun rumah produksi tersebut. Pihak Roadside juga menyatakan bahwa film horor berdurasi panjang pertama mereka ini mencatatkan akhir pekan pembukaan tertinggi pada 2026 untuk kategori film yang dirilis di bawah 1.800 layar.
Disutradarai oleh Casper Kelly, film dengan rating R atau dewasa ini mengusung genre parodi yang berlatar belakang serial televisi anak-anak era 90-an yang surealis. Dalam cerita tersebut, karakter utama berupa boneka unicorn raksasa berwarna oranye bernama Buddy yang diisi suara oleh Keegan-Michael Key dikisahkan berubah menjadi jahat.
Baca Juga: Box Office Musim Panas AS Menuju Rekor All-Time $4,8 Miliar
Strategi Perolehan Hak Distribusi dan Respons Penonton
Sebelum mendulang sukses di bioskop, film ini sempat diputar perdana di seksi Midnight Festival Film Sundance namun mendapat sambutan yang kurang memuaskan tanpa adanya pembeli yang langsung berminat. Kondisi tersebut justru dimanfaatkan oleh para eksekutif untuk mengambil alih hak distribusi.
"Kami memperkirakan film ini akan langsung dibeli oleh studio besar di Sundance, sehingga ketika itu tidak terjadi, hal tersebut menghadirkan peluang luar biasa bagi Roadside dan Saban untuk mengambil alihnya," ujar Howard Cohen serta Eric d'Arbeloff dari Roadside, bersama Jonathan Saba dan Shanan Becker dari Saban.
Para eksekutif tersebut mendeskripsikan film ini sebagai "campuran yang tidak biasa antara horor, komedi, dan emosi yang terjadi di berbagai realitas yang sangat unik sekaligus memiliki nilai jual tinggi."
Kampanye Pemasaran Digital dan Demografi Penonton
Keberhasilan komersial ini didorong oleh strategi kampanye daring yang masif melalui keterlibatan karakter Buddy secara langsung di media sosial dan layanan pesan singkat. Pendekatan interaktif tersebut berhasil membangun ikatan kuat dengan basis penggemar.
Baca Juga: Randy Quaid Kritik Pemilihan Anne Hathaway dalam Sekuel Days of Thunder 2
"Dengan mitra kami di produser BoulderLight Pictures dan Low Spark Films, kami merancang kampanye daring yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi kami. Sangat membantu memiliki unicorn oranye nakal bernama Buddy yang ditakdirkan untuk menjadi bintang besar," ungkap para eksekutif tersebut.
Kampanye pemasaran itu mencakup kehadiran persona Buddy yang merespons penggemar lewat teks dan media sosial, hingga berhasil menghimpun lebih dari 450 ribu pengikut serta catatan lebih dari 150 juta penayangan. Klub penggemar Buddy juga mencatat pertumbuhan pesat dengan 25 ribu anggota yang mendaftar melalui pesan singkat.
Dari sisi demografi, film ini terbukti digemari oleh penonton muda dengan persentase penonton di bawah usia 35 tahun mencapai 83 persen. Selain itu, film ini juga mencatat tingkat penonton keturunan Hispanik yang cukup menonjol sebesar 37 persen.
Proses Produksi dan Deretan Film Independen Lainnya
Proses pembuatan film Buddy diselesaikan dalam waktu 25 hari di kota Cleveland pada musim panas tahun sebelumnya dengan anggaran produksi yang tergolong moderat.
Baca Juga: Festival Film Venesia Batalkan Keputusan dan Gelar Kembali Konferensi Pers Juri
Sementara itu, dalam persaingan box office khusus pekan ini, sejumlah judul film independen lainnya turut mencatatkan perolehan signifikan. Biopik kuliner Tony karya A24 arahan sutradara Matt Johnson yang dibintangi Dominic Sessa dan Antonio Banderas menutup posisi 10 besar pada pekan keempat penayangannya di 1.907 layar dengan pendapatan US$2,2 juta, sehingga total kumulatifnya melampaui US$11 juta.
Film horor edan karya Jane Schoenbrun bertajuk Teenage Sex And Death At Camp Miasma yang didistribusikan oleh Mubi meraup US$708 ribu pada pekan keempat dari 579 layar dengan total pendapatan kumulatif mencapai US$5,4 juta. Perolehan tersebut telah melampaui total pendapatan domestik film karya Schoenbrun sebelumnya pada 2024, I Saw The TV Glow.






