Follow FansPage
Berita Tren
Rabu, 2 September 2026
No Result
View All Result
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
No Result
View All Result
Berita Tren
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Nasional

Kemendes PTT Gandeng Perhimpunan Anak Transmigran RI (PATRI) Jajaki Potensi Budidaya Aeroponik untuk Petani

by Kris Dwi Antara
Juni 14, 2023
in Nasional
0
0
SHARES
149
VIEWS

 

BERITA TREN – Ormas Perhimpunan Anak Transmigran RI (PATRI) terus berikhtiar mengembangkan teknologi pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani transmigrasi. Bersama Kementerian Desa (Kemendes) PTT jajaki pertanian sistem aeroponik. 

Sekretaris Jenderal DPP PATRI, Drs. Sutrisno Singotirto dan Direktur Investasi Desa dan Transmigrasi Kemendes PTT, Dr. Ir. Supriadi, M.Si melirik pertanian sistem aeroponik untuk dikembangkan petani di daerah transmigrasi.

Kepada BeritaTren.com, Sekjen DPP PATRI mengatakan, Kemendes PTT sangat mendukung gagasan ini. Sistem pertanian aeroponic diharapkan dapat memberi nilai tambah sehingga kesejahteraan petani transmigran semakin meningkat.

Baca Juga: Suka Duka Perjalanan Transmigrasi Warga PATRI Asal Klaten ke Takengon Aceh, ‘Mimpi Yang Jadi Kenyataan’ 

Sekjen DPP PATRI bersama Dir. Investasi Desa dan Transmigrasi Kemendes PTT, telah mengunjungi laboratorium pertanian Aeroponic Kebun Showcase Metafarm Indonesia di Jln. Cagak Satelit Rancabungur, Rancabungur, Bogor, Jawa Barat, Rabu (31/05/2023). 

Aeroponik adalah sistem budidaya pertanian tanpa media tanah maupun air untuk pertumbuhan. Suplai nutrisi dan kebutuhan tanaman lainnya dipenuhi dengan menyemprotkan air bernutrisi ke akar tanaman secara langsung.

“Aeroponik itu sistem bercocok tanam di udara tanpa menggunakan tanah. Jadi, akar tanaman dibiarkan menggantung tanpa media tanah, pada tempat yang telah dijaga kelembabannya,” kata Sekjen DPP PATRI kepada BeritaTren.com, Selasa (13/06/2023).

Masih melalui sambungan telepon, Sutrisno mengatakan, berbeda dengan hidroponik yang menggunakan larutan nutrisi sebagai media tumbuh dan mineral penting untuk menopang pertumbuhan, atau aquaponik, yang menggunakan air dan limbah ikan.

Baca Juga: Kapan Lebaran Idul Adha 2023? Inilah Jawabannya Versi SKB Pemerintah dan Muhammadiyah

Sekjen DPP PATRI itu juga menjelaskan, bahwa gagasan pertanian sistem aeroponik ini ke depan rencananya akan di kembangkan di desa atau kawasan transmigrasi (KTM), yang pengembangannya bekerja sama dengan BUMDes yang ada.

“Tapi akan kami kaji dahulu, tingkat efektifitas dan efisiensi pengembangan dari pola aeroponic ini dibanding dengan hidroponik. Akan kita tinjau dari aspek biaya, produksi dan pasar,” papar Sutrisno.

Sistem aeroponik tidak menggunakan media tanah, maka memberikan manfaat bagi petani terutama bila daerahnya sudah mulai berkembang menjadi kawasan pemukiman atau kota.

Lebih jauh pria ‘anak trans’ dari Kalimantan Timur itu menerangkan, bahwa budidaya model aeroponik ini idealnya memang untuk masyarakat perkotaan. Solusi dalam menambah income dan memenuhi kebutuhan sendiri karena lahan sempit.

Baca Juga: Tubaba Raih Juara Umum Fashion Show Gelar Teknologi Tepat Guna Nusantara XXIV di Provinsi Lampung Tahun 2023

Bisa dilakukan di pekarangan rumah, media tanam yang digunakan berupa styrofoam dan membiarkan akar tanaman menggantung di udara. 

Aeroponik akan lebih praktis bila dilakukan dalam bangunan green house agar hasilnya lebih bagus dan terbebas dari gangguan hama.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dengan sistem ini petani bisa menanam aneka sayur-sayuran seperti; selada, kemangi, salanova, kangkung, sawi, bayam, bok choy, tomat, mint dan basil, atau bisa juga mentimun.

Kualitas sayuran yang dihasilkan akan lebih sehat, terasa lebih segar, renyah, dan higienis. Budidaya tanaman aeroponik menghasilkan tanaman organik, karena tidak menggunakan pestisida.

Baca Juga: Gercep! Membaca Peluang, APMIKIMMDO Tubaba Gelar Rapat Perdana Merapat Bergerak Saling Menguatkan Untuk UMKM 

Saat ini sudah banyak petani yang menerapkan sistem tanam aeroponik. Petani rumahan di perkotaan menanam sayuran untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun kebutuhan pasar.

Meskipun memiliki banyak keunggulan, sistem aeroponik juga memiliki kekurangan, diantaranya biaya pembuatan sistemnya cukup mahal. Alat bergantung pada listrik, sehingga ketika aliran listrik mati, alat tidak bisa bekerja.

Beberapa tanaman bisa dipilih karena usia produksinya yang pendek, contoh tomat. Bila menanam tomat dengan sistem aeroponik bisa dilakukan panen empat kali dalam satu tahun.

Sementara dengan sistem tradisional, petani hanya bisa panen satu atau dua kali setahun.

Baca Juga: Walhi Lampung Gelar Diskusi Publik Bahas PP 26/2023 Tolak Penambangan Pasir Laut Menjaga Lingkungan Pesisir

Selain sayuran, sistem aeroponik juga bisa digunakan untuk menanam umbi-umbian. Cuma hasil panennya, ukuran buahnya lebih kecil. Tetapi secara kualitas tidak kalah bagus karena bagian umbi menyerap langsung nutrisi yang disemprotkan. 

Beberapa umbi yang cocok untuk sistem aeroponik antara lain: kentang, ubi, wortel dan lobak. 

Keunggulan sistem aeroponik lainnya adalah jarak antar tanaman yang lebih rapat. Dengan demikian petani bisa menanam lebih banyak tanaman dibanding sistem biasa.

Tanaman membutuhkan lebih banyak oksigen sebagai nutrisi. Pada sistem aeroponik, tanaman dapat memiliki oksigen lebih banyak meskipun jaraknya lebih dekat. Akar tetap dapat tumbuh subur meski hanya dengan air dan udara terbuka.

Baca Juga: Pemkot Jambi Tunggu Siswi SMP Minta Maaf Malah Dirujak Warganet Polda Usulkan Keadilan Restoratif, KPAI Setuju

Pada sistem aeroponik, benih atau biji tanaman tidak bisa langsung ditanam secara aeroponik, tapi harus disemai dulu pada rockwool (media tanam khusus yang biasa dipakai pada sistem tanam hidroponik).

Caranya, buat lubang pada rockwool lalu setiap lubang ditanami satu benih. Simpan pada ruangan gelap agar benih cepat tumbuh.

“Setelah benih tumbuh dengan jumlah daun minimal dua helai, baru dipindahkan pada lubang-lubang di styrofoam dengan posisi akar menggantung,” terang Sutrisno. ***

 

Tags: AeroponikBudidayaKemendesPatri

Berita Terkait

Kondisi penanganan kebakaran hutan dan lahan yang meluas di kawasan Gunung Bromo
Nasional

Karhutla Bromo Capai 720 Ha, DPR Minta Evaluasi Total SOP

by Rizky Pratama
Agustus 10, 2026
Gedung Kementerian Agama Republik Indonesia tempat bertugasnya Ditjen Pesantren
Nasional

PMA 16/2026 Terbit, Struktur Ditjen Pesantren Resmi Terbentuk

by Ahmad Fauzi
Agustus 10, 2026
Misi evakuasi warga oleh prajurit Koops TNI Habema menggunakan helikopter Bell di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Nasional

TNI Dikerahkan Gunakan 2 Helikopter Evakuasi Warga dari Ugimba Intan Jaya

by Kris Dwi Antara
Agustus 10, 2026
Petugas pemadam kebakaran melakukan evakuasi pekerja proyek yang tertimpa beton turap drainase di Jakarta Timur.
Nasional

Dua Pekerja Proyek Saluran Air di Jaktim Selamat Usai Tertimpa Beton Turap

by Ahmad Fauzi
Agustus 10, 2026
Tangkapan layar rekaman CCTV aksi premanisme pemalakan di SPBU Ciwidey Kabupaten Bandung
Nasional

Polisi Tangkap Pemalak SPBU Ciwidey di Karawang Usai Aksinya Viral

by Ahmad Fauzi
Agustus 10, 2026
Next Post

Prediksi Skor H2H Indonesia vs Palestina, Streaming Laga Uji Coba: Rabu 14 Juni 2023

Leave Comment
  • 4 Khasiat Wirid Sirrullah, Dzatullah, Sifatullah, Wujudullah yang Bisa Kita Ketahui Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Angka Keberuntungan Menurut Primbon Jawa Berdasarkan Hari Kelahiran, Cek DISINI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SIMAK! Kunci Jawaban WOW Level 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 dan 50

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Biskuit 3D Teka-Teki MPLS atau MOS, Jika penasaran langsung aja deh cek disini..

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Nonton Isekai Meikyuu de Harem wo Episode 1 – 12 Sub Indo, Cek Disini Untuk Link Nonton Anime Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
Berita Tren

© 2026 Berita Tren

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Info Karir
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren

© 2026 Berita Tren