BERITA TREN – Takut akan masa depan merupakan hal wajar. Rasa takut sendiri dapat memacu seseorang semangat untuk berusaha lebih giat agar ketakutannya tidak menjadi nyata.
Hanya saja, tidak sedikit yang akhirnya terjebak pada ketakutan-ketakutan tersebut yang akhirnya membuat seseorang menjadi overthinking.
Karena bisa menjadi bom waktu, kebiasaan overthinking sebaiknya segera dihilangkan sebelum mengganggu kehidupan sehari hari.
Baca Juga: Ciri-Ciri Orang Hyper-independence, Apakah Kamu Termasuk?
Daftar Kata-Kata Bijak untuk Membantu Melawan Overthinking
Faktanya, ada beberapa hal yang tidak di bawah kendali manusia. Berpikir terlalu berlebihan malah akan memberikan efek buruk pada kesehatan mental.
Untuk meredakan overthinking, simak kata-kata bijak dari beberapa tokoh ternama di bawah ini:
- Berhentilah berpikir berlebihan, sebab sepotong besi rusak karena karatnya sendiri – Habib Umar bin Hafidz
- Kecemasan kita tidak datang dari memikirkan masa depan, tetapi dari keinginan untuk mengendalikannya – Kahlil Gibran
Baca Juga: Hati-Hati, Habits Ini Ternyata bisa Merusak Mental Lho!
- Kita menjadi susah karena terlalu banyak berpikir. Kita lama-kelamaan membunuh diri kita sendiri karena memikirkan segalanya – Anthony Hopkins
- Bahkan ketika kamu bersembunyi, takdir akan menemukanmu. Bahkan ketika kamu berlari, takdir akan meraihmu – Ali bin Abi Thalib
- Tidurkan pikiranmu, jangan biarkan mereka membayangi hatimu. Lepaskan pikiran – Jalaludin Rumi
- Jangan merenung, lanjutkan hidup dengan penuh cinta. Kamu tidak akan hidup selamanya – Habeeb Akande
- Mungkin bukan sekarang, tapi nanti di masa yang akan datang kamu akan menikmati doa yang selama ini kamu ulang-ulang – Habib Umar bin Hafidz
- Khawatir itu seperti kursi goyang, hal itu memberimu sesuatu untuk dilakukan, tetapi tidak membawamu ke mana pun – Van Wilder
- Janganlah kamu berburuk sangka dari kata-kata tidak baik yang keluar dari mulut saudaramu, sementara kamu masih bisa menemukan makna lain yang lebih baik – Umar bin Khattab
Sebanyak apapu kita memikirkan tentang nasib, doa dan perjuangan tetap menjadi cara ampuh untuk menata masa depan yang lebih baik.***







