PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengimplementasikan pendekatan ekonomi sirkular untuk mengelola material telekomunikasi, termasuk mengolah ratusan kilogram limbah kartu SIM menjadi produk siap pakai. Langkah tersebut dijalankan guna menekan dampak lingkungan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya di tengah ekspansi bisnis digital perusahaan.
Pendekatan pengelolaan material ini difokuskan pada sisa bahan plastik dari cangkang kartu SIM serta kemasan kartu perdana. Seluruh material tersebut dikumpulkan melalui kerja sama dengan mitra outlet serta penyedia terkait sebelum akhirnya diproses ulang.
Transformasi Limbah Menjadi Produk Fungsional
Melalui anak usahanya, Telkomsel mencatatkan pengolahan limbah kartu SIM yang mencapai total 670 kg hingga saat ini. Material sisa tersebut berhasil dikonversi menjadi 75.000 paving block, 45.000 phone holder, serta 10.000 tempat sampah.
Langkah pengelolaan limbah ini merupakan bagian dari program GoZero% yang menaungi prinsip environmental, social, and governance (ESG) TelkomGroup. Program tersebut ditopang oleh tiga pilar utama, yakni Save Our Planet, Empower Our People, serta Elevate Our Business.
Baca Juga: Waspada Modus Phishing dan Smishing, Jangan Asal Klik Pesan
Integrasi Strategi Pertumbuhan Jangka Panjang
Vice President Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, menyatakan bahwa prinsip keberlanjutan tidak dipandang semata sebagai pemenuhan regulasi. Aspek tersebut telah diletakkan sebagai fondasi penting dalam strategi bisnis perusahaan.
Bagi TelkomGroup, sustainability bukan sekadar pemenuhan aspek kepatuhan, melainkan bagian integral dari strategi perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing di era digital, ujar Gunawan.
Penerapan strategi ini berjalan beriringan dengan upaya efisiensi energi serta pengelolaan emisi untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Kebutuhan operasional yang terus meningkat seiring perkembangan layanan digital menuntut pengawasan ketat terhadap penggunaan sumber daya.
Melalui pilar Save Our Planet, perusahaan memperkuat manajemen lingkungan yang mencakup efisiensi energi dan pengembangan infrastruktur ramah lingkungan. Pendekatan ekonomi sirkular memastikan pertumbuhan layanan telekomunikasi tetap sejalan dengan kelestarian lingkungan.
Baca Juga: Waspada Modus Phishing dan Smishing, Jangan Asal Klik Tautan
Seluruh pilar ESG tersebut berfungsi sebagai landasan operasional untuk menghasilkan nilai tambah ekonomi sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat luas. Transformasi ini mencakup aspek lingkungan, sosial, serta tata kelola secara menyeluruh.






