Film terbaru produksi Paramount berjudul "By Any Means" dijadwalkan tayang di bioskop mulai Jumat, 4 September. Karya sinematik garapan sutradara Elegance Bratton ini mengambil fondasi dari peristiwa nyata sejarah gerakan hak sipil di Amerika Serikat, namun memadukannya dengan berbagai unsur fiksi demi kepentingan hiburan.
Cerita dasar film ini berpijak pada sosok Vernon Dahmer, seorang tokoh pahlawan asal Amerika Serikat yang semasa hidupnya dikenal sebagai pengusaha mandiri yang sukses dari toko kelontong miliknya di Hattiesburg, Mississippi. Dahmer mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk memperjuangkan gerakan Hak Sipil.
Selain memimpin cabang lokal organisasi NAACP, ia secara terbuka menawarkan diri untuk membayarkan biaya pajak pemilu yang inkonstitusional bagi warga kulit hitam yang ingin memberikan suara namun terkendala masalah finansial. Aktivisme tersebut menjadikannya sasaran kebencian kelompok segregasionis hingga akhirnya ia dibunuh secara kejam oleh Ku Klux Klan pada tahun 1966.
Peran Mark Wahlberg dan Karakter Fiksional
Dalam film ini, Elegance Bratton menggandeng aktor Mark Wahlberg untuk memerankan Gregory Scarpa. Scarpa dikenal dalam catatan sejarah sebagai seorang pembunuh bayaran kejam dari keluarga kejahatan Colombo yang diduga telah melakukan lebih dari 60 pembunuhan sebelum akhirnya menjadi informan bagi Biro Investigasi Federal atau FBI.
Baca Juga: Dokumenter Terakhir William Greaves ‘Once Upon a Time in Harlem’ Rilis Oktober
Scarpa kemudian dikirim untuk menangani kasus-kasus pelik di wilayah Amerika Serikat bagian Selatan sepanjang dekade 1960-an dan 1970-an. Kendati pihak biro tidak pernah mengakui secara resmi hubungan kerja sama tersebut, sejumlah kesaksian di bawah sumpah dari para saksi mengindikasikan bahwa ia pernah dikirim untuk menyelidiki pembunuhan Dahmer.
Di sisi lain, Mark Wahlberg beradu akting dengan Yahya Abdul-Mateen II yang memerankan agen FBI fiktif bernama Wayne Strider. Strider diberi tugas khusus untuk mengawasi sang gangster serta menghadapi metode kerja Scarpa yang tidak konvensional.
Dinamika Penyelidikan dan Latar Belakang Sejarah
Sebagai seorang agen FBI kulit hitam yang menghadapi diskriminasi di tempat kerja, Strider sering kali diabaikan dan harus mempertanyakan alasan di balik banyaknya kejahatan rasial yang tidak kunjung terselesaikan. Meskipun demikian, ia tetap teguh menjalankan tugasnya karena keyakinannya yang mendalam terhadap prinsip keadilan.
Kematian Vernon Dahmer yang diperankan oleh Giancarlo Esposito dalam kilas balik memberikan duka mendalam bagi Strider, sekaligus membuka peluang bagi kemajuan kariernya untuk memburu anggota Ku Klux Klan. Penyelidikan mempertemukannya dengan Scarpa di sebuah hotel di Mobile, Alabama, di mana dinamika kemitraan keduanya diwarnai oleh berbagai gesekan akibat perbedaan latar belakang serta kepribadian yang kontras.
Baca Juga: Film Satir CIA Wild Horse Nine Tampilkan Malkovich dan Rockwell
Melalui arahan Elegance Bratton dan naskah yang ditulis oleh Sascha Penn, film ini mengeksekusi konvensi genre film laga kemitraan tanpa mengabaikan latar belakang sejarah kelam yang menyertainya. Performa akting kedua pemeran utama dinilai berhasil menghidupkan karakter masing-masing secara utuh di tengah balutan kisah drama kriminal tersebut.






