BERITA TREN – Beredar video pelaksanaan sholat Ied di Ponpes Al-Zaytun di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang telah mengejutkan banyak pihak.
Cara sholat Ied pada Ponpes tersebut tidak seperti yang dilakukan oleh umat islam pada umumnya, bahkan terdapat hal-hal yang dinilai ganjil pada saat sholat berjamaa’ah itu berlangsung.
Menanggapai hal tersebut Ketua MUI Indramayu angkat bicara terkait hal ini, menurut KH. Moh.Syatori perbedaan-perbedaan syariat islam sudah ada di sana sejak lama.
Baca Juga: Prediksi Skor H2H Girona vs Real Madrid, Streaming Liga Spanyol: Rabu 26 April 2023
“Kami warga masyarakat Indramayu sesungguhnya tidak aneh dengan perlakukan Al-Zaytun tentang apapun”, Ucap KH. Syatori.
“Sebab memang Al-Zaytun itu tidak sama dengan kita-kita, syariat islam Al-Zaytun itu tidak sama”, tegas Ketua MUI Indramayu tersebut.
Keberadaan Al-Zaytun yang digadang-gadang sebagai Ponpes bertaraf Internasional di Indramayu itu menurut KH.Syatori bukan merupakan suatu kebangganan.
Baca Juga: Gempa Mentawai 7.3 Magnitudo: Tsunami Berpotensi Terjadi, BMKG Berikan Peringatan Dini!
Ponpes yang berdiri diatas lahan seluas 1200 hektar dengan santri yang mengenyam pendidikan berasal dari seluruh wilayah di Indonesia.
Dikutip dari video yang beredar terdapat beberapa keganjilan pada saat berlangsungnya sholat idul fitri yang diduga dilaksanakan di Ponpes Al-Zaytun tersebut.
Hal yang paling mencolok adalah adanya jarak antar makmum pada barisan shaf yang sama dan dilakukan secara sengaja tanpa adanya udzur apapun.
Baca Juga: Link GB WA Pro Apk Download Versi Terbaru Anti Kadaluwarsa Tahun 2023
Bahkan diantara makmum diletakan kursi yang digunakan untuk duduk setelah selesai sholat untuk mendengarkan khutbah Ied.
Dan yang paling kontroversial adalah terdapat seorang makmum wanita yang berada di barisan paling depan sejajar dengan makmum laki-laki.
Serta adanya seorang pria yang diduga kuat bukan muslim sedang duduk di kursi sejajar dengan makmum di barisan shaf pertama yang sedang mengikuti sholat Ied.
Pria tersebut terlihat sedang melakukan gerakakan ritual menurut keyakinanya, namun dilakukan bersamaan dengan sholat berja’maah yang sedang berlangsung.
Sontak keganjilan-keganjilan tersebut membuat heboh warganet dan mempertanyakan fenomena ini.
KH. Syatori selaku Ketua MUI Indramayu mengatakan jika sholat yang dilakukan seperti itu adalah sah-sah saja namun tetap tidak sesuai dengan syariat yang dilakukan umat islam pada umumnya.
“Shaf itu yang paling utama adalah lurus dan rapat, tidak berjarak kecuali dalam keadaan udzur”, jelas Ketua MUI Indramayu itu, seperti pada kondisi pandemi.
Baca Juga: 5 Cara Alami Atasi Masalah Biang Keringat, Nomor 3 Jarang DIketahui Jadi Wajib Coba!
“Urut-urutan shaf itu laki-laki yang di depan, perempuan harus ada di belakang laki-laki, apapun statusnya.”, ucap KH.Syatori lagi.
KH.Syatori membetulkan jika video yang beredar tersebut memang terjadi di Ponpes Al-Zaytun, namun pihaknya sejauh ini tidak dapat mengintervensinya.
MUI Indramayu menilai jika selama ini Ponpes tersebut berjalan eksklusif dan tidak sama dengan umat islam yang berada di Indramayu.
Baca Juga: Cuaca Panas Melanda Indonesia, Begini Tips untuk Menghadapinya, Perhatikan Nomor 3
KH.Syatori juga memohon kepada MUI pusat, jika hal tersebut perlu diluruskan, maka pihaknya meminta untuk ditindaklanjuti.
***







