Follow FansPage
Berita Tren
Kamis, 4 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
No Result
View All Result
Berita Tren
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Nasional

Terbaru, Atasi Degradasi Kualitas Tanah Presiden Jokowi Perintahkan Menteri Pertanian Optimalkan Pupuk Organik

by Kris Dwi Antara
April 29, 2023
in Nasional
0
0
SHARES
143
VIEWS

BERITA TREN –  Kabar terbaru datang dari Kantor Sekretariat Presiden, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sampaikan perubahan keberpihakan pemerintah terhadap penggunaan pupuk organik untuk mengatasi degradasi kualitas tanah.

Presiden Jokowi dorong penggunaan pupuk organik setelah mendapat masukan dan laporan hasil riset tentang penurunan kualitas tanah pada beberapa lahan pertanian.

Untuk mengembalikan kesuburan lahan-lahan pertanian dan mempertahankan kualitas tanah, pemerintah memutuskan mau tidak mau optimalisasi penggunaan pupuk organik harus dilakukan.

Baca Juga: Masih Misteri! Polisi Selidiki Kematian Atlet Paratenis Meja David Jacobs yang Tergeletak di Pinggir Rel KA

Hal itu disampaikan dalam siaran pers Menteri Pertanian, usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (27/04/2023).

Dikutip dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden oleh BeritaTren.com, Presiden Jokowi memutuskan sebuah keberpihakan baru bahwa pupuk organik dan produsen pupuk organik harus tetap diakomodasi.

Dalam rapat tersebut, Presiden minta dilakukan pengurangan ketergantungan pupuk kimia dengan mengoptimalkan penggunaan pupuk organik bagi petani.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Baca Juga: Kabar Duka! Atlet Para Tenis Meja Kebanggaan Indonesia David Jacobs Menutup Mata di Usia 45 Tahun

Mentan Syahrul Yasin Limpo menjelaskan bahwa Presiden menekankan pentingnya penggunaan pupuk organik karena riset tentang penurunan kualitas tanah pada beberapa lahan pertanian.

“Dengan penggunaan pupuk organik yang intensif diharapkan kesuburan tanah dapat dikembalikan,” imbuh Syahrul Yasin Limpo.

Berita ini tentu merupakan kabar gembira yang ditunggu-tunggu baik produsen pupuk organik maupun komunitas petani yang selama ini memang sudah menerapkan sistem pertanian organik.

Dalam siaran pers tersebut, Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, hasil dari berbagai riset yang ada bahwa sebagian atau 2 persen dari 7 juta hektar tanah kita sudah mengalami degradasi kualitas, terutama di Jawa.

Baca Juga: Pemerintah Minta Masyarakat Waspadai Ancaman Kemarau Panjang 2023, Anomali Gelombang Panas Dampak El Nino

“Bapak Presiden hari ini menegaskan pupuk organik harus masuk kembali dan memerintahkan Menteri Pertanian segera harus mengubah Permentan Nomor 10. Ini semua prosesnya harus dilakukan secara cepat,” tandas Mentan, Kamis (27/04/2023).

Usai rapat, dalam keterangannya pada media di Kantor Presiden, Mentan Yasin Limpo menjelaskan bahwa Presiden minta aturan mengenai pupuk bersubsidi yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022 segera disesuaikan.

Dalam aturan Permentan Nomor 10 Tahun 2022 itu, pupuk bersubsidi yang semula terdiri atas enam jenis, diubah menjadi dua jenis yaitu urea dan NPK (nitrogen, fosfor, dan kalium).

Masih keterangan Mentan, untuk mendukung hal itu, Presiden meminta agar produsen-produsen pupuk organik yang ada di masyarakat dalam bentuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dihidupkan kembali serta diakomodasi.

Baca Juga: Kunci Sukses Chairul Tanjung Menjadi Pengusaha Hingga Menteri, Bukan Hanya Sekedar Usaha Anak Muda Wajib Tiru!

Ia juga menyampaikan, jika Mentan mendapat instruksi untuk membuat percontohan komunitas atau asosiasi dengan jumlah yang terpetakan dengan baik, membangun pola pikir mengenai pupuk organik, serta mengadakan pelatihan-pelatihan bagi petani.

Dalam waktu yang sangat singkat, kata Syahrul Yasin Limpo, saya akan melakukan komunikasi dengan berbagai asosiasi dan pemerhati pertanian, para pakar pertanian untuk merumuskan ini, bagaimana pupuk organik menjadi penting.

“Ini artinya sosialisasi tentang pupuk organik dan optimalisasi penggunaannya harus lebih gencar dilakukan,” kata pegiat pemberdayaan masyarakat asal Tulang Bawang Barat yang enggan disebut identitasnya.

“Mengapa baru sekarang kran untuk pupuk organik dibuka, saat Presiden Jokowi berada di ujung masa tugasnya setelah dua periode memimpin, setelah puluhan tahun lahan pertanian kita terpapar unsur-unsur kimia,” kata pegiat tersebut.

Baca Juga: Buntut Dua Peneliti BRIN Umbar Kebencian di Medsos, Publik Kecewa, Muhammadiyah Imbau Umat Jangan Terprovokasi

Untuk diketahui, dalam upaya pemerintah meningkatkan produksi pangan dan mendukung Revolusi Hijau di Indonesia, tahun 1963 tim IPB menyelenggarakan Program Swa Sembada Bahan Makanan (SSBM).

Program team IPB ini dilanjutkan di bawah Menteri Departemen Pertanian, Prof. Dr. Tojib Hadiwidjaja. Selama 3 periode PELITA kebijakan diatas berlanjut, dan pergantian Menteri Pertanian tidak mengubahnya.

Era Menteri Pertanian Prof. Ir. Soedarsono Hadisapoetro 1978-1983 pada Kabinet Pembangunan III Pemerintahan Presiden Soeharto dibuat paket untuk petani peserta program Revolusi Hijau dengan pemberian pupuk, cost of living, bibit unggul dan pestisida.

Sejak itu, produk bahan-bahan kimia untuk pertanian (pupuk, pestisida) diproduksi dan digunakan secara besar-besaran hingga saat ini.

Baca Juga: WASPADA! Aturan Ganjil Genap Hari Ini di Jakarta 26 April 2023, Cek Kembali Titik Lokasinya

Ini penyebab utama kerusakan alam atau penurunan kualitas tanah akibat penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang tak terkendali itu.

Direktur Penelitian dan Pengembangan Ghaly Organik/IT, Dr. Ir. H. Sutikno, M.Sc saat dihubungi BeritaTren.com terkait kebijakan baru pemerintah di atas, menyambut positif dan menyatakan siap berkontribusi.

Dosen Sarjana S1 dan Pascasarjana jurusan THP Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) yang kini mengembangkan Inovasi Teknologi Budidaya Berbasis Mikroba (BBM) ini siap menjadi narasumber dan pendamping petani.

Kepada BeritaTren.com, alumni S2 dan S3 Michigan State University, USA ini menyatakan dirinya siap mendukung kebijakan pemerintah, berkontribusi menyediakan sarana Budidaya Berbasis Mikroba (BBM) dan dampingi penerapannya.

Baca Juga: Nyanyian Lantang TikToker Lampung Bima Yudho Saputro yang Mulai Terdengar Sumbang Kini Ramai Dikritik Orang

Mantan Manager Divisi Peternakan PPK Puspita Ceper, Klaten, Jawa Tengah ini juga menyatakan kesiapannya jika ada pihak investor yang mau menjalin kerjasama mendirikan pabrik.

“Kami siap mendampingi dan bekerjasama jika ada yang mau berinvestasi memproduksi pangan organik via BBM untuk peningkatan produksi pertanian menggunakan pupuk organik,” katanya kepada BeritaTren.com. ***

Tags: JokowiKualitas tanahMentanPresidenpupuk organik

Berita Terkait

Momen Prabowo Cium Bendera Merah Putih
Nasional

Momen Prabowo Cium Bendera Merah Putih, Paskibraka Pembawa Baki Terharu

by Rizky Pratama
Agustus 18, 2025
Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 18 Agustus 2025
Nasional

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 18 Agustus 2025 Ditiadakan, Ini Alasannya

by Rina Wijayanti
Agustus 18, 2025
Kumpulan 40 Link Twibbon HUT RI ke-80
Nasional

Kumpulan 40 Link Twibbon HUT RI ke-80 untuk 17 Agustus 2025, Gratis!

by Aditya Saputra
Agustus 17, 2025
Ucapan HUT ke-80 RI 2025
Nasional

Deretan Inspirasi Ucapan HUT ke-80 RI 2025, Penuh Makna dan Semangat

by Kris Dwi Antara
Agustus 17, 2025
Pemerintah Paparkan Metodologi Penghitungan Angka Kemiskinan Nasional
Nasional

Pemerintah Paparkan Metodologi Penghitungan Angka Kemiskinan Nasional

by Ahmad Fauzi
Juni 15, 2025
Next Post

Berdiri Tegak Dengan Dua Kaki, David Ozora Banjir Ucapan Syukur Dari Warganet: Tinggal Latihan Drum

Leave Comment
  • Link Nonton Isekai Meikyuu de Harem wo Episode 1 – 12 Sub Indo, Cek Disini Untuk Link Nonton Anime Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TERJAWAB SUDAH! Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 Halaman 192, Menuliskan Ungkapan yang Lebih Santun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SIMAK! Kunci Jawaban WOW Level 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 dan 50

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panduan Lengkap Perbedaan Barcode Solar Subsidi dan Industri Tahun 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kunci Jawaban PKN Kelas 8 Halaman 29, Membuat Tabel Bagan Hubungan Isi Proklamasi Kemerdekaan dan UUD 1945

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
Berita Tren

© 2026 Berita Tren

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Info Karir
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren

© 2026 Berita Tren