Follow FansPage
Berita Tren
Sabtu, 29 Agustus 2026
No Result
View All Result
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
No Result
View All Result
Berita Tren
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Ototekno

Laporan Proton Ungkap Puluhan Aplikasi VPN Lacak Lokasi Pengguna

by Kris Dwi Antara
Agustus 29, 2026
in Ototekno
0
Ilustrasi aplikasi VPN pada perangkat seluler
0
SHARES
143
VIEWS

Sebuah laporan terbaru yang dirilis pada hari Rabu mengungkapkan bahwa sebanyak 64 aplikasi jaringan pribadi virtual (VPN) yang tersedia di Apple App Store dan Google Play Store kedapatan memuat pelacak data sensitif. Temuan ini menunjukkan kontradiksi dengan fungsi utama VPN yang semestinya menjaga kerahasiaan aktivitas digital dan menyembunyikan lokasi fisik penggunanya.

Temuan Kepemilikan dan Pengumpulan Data

Berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh Proton, dari puluhan aplikasi yang diunduh di Amerika Serikat tersebut, seluruhnya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan asal Tiongkok. Perangkat lunak ini mengumpulkan berbagai informasi rinci mengenai pengguna, mulai dari identitas perangkat atau device ID, informasi jaringan, model perangkat, hingga data operator seluler.

Selain pengumpulan data perangkat secara masif, analisis mendalam menunjukkan bahwa seperempat dari aplikasi tersebut atau sekitar 25 persen secara aktif memantau lokasi geografis pengguna. Besarnya skala penggunaan ini tercatat pada bulan Juni saja, di mana aplikasi-aplikasi bermasalah tersebut telah diunduh lebih dari 13 juta kali oleh pengguna.

Penggunaan Perusahaan Cangkang

Untuk mengaburkan asal-usul kepemilikan mereka, sebanyak 31 dari aplikasi VPN berpemilik Tiongkok tersebut memanfaatkan perusahaan cangkang. Entitas-entitas ini tercatat didirikan di sejumlah yurisdiksi hukum berbeda, termasuk Singapura, Hong Kong, serta Inggris.

Baca Juga: Survei: Sepertiga Pengguna Bagikan Rahasia Pribadi ke Chatbot AI

Keberadaan praktik pelacakan ini dinilai menyimpan potensi risiko keamanan yang signifikan bagi kelompok rentan. Otoritas di negara dengan sistem pemerintahan otoriter seperti Tiongkok dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk memantau keberadaan individu secara akurat.

Risiko bagi Publik dan Lemahnya Pengawasan

Potensi ancaman ini tidak hanya berdampak pada masyarakat umum, tetapi juga menyasar kalangan tertentu yang mengandalkan keamanan tingkat tinggi. Pejabat publik, aparat penegak hukum, jurnalis, hingga peserta aksi unjuk rasa yang memanfaatkan layanan VPN untuk aspek keselamatan berisiko terekspos ancaman serius.

Kendati demikian, Tiongkok bukan satu-satunya wilayah tempat entitas pengumpul data beroperasi. Israel, Rusia, serta negara-negara aliansi Five Eyes yang mencakup Australia, Kanada, Selandia Baru, Inggris, serta Amerika Serikat, juga memiliki perusahaan yang menghimpun data pelacakan dari jutaan orang.

Permasalahan utama dalam ekosistem ini adalah rendahnya transparansi serta minimnya pengawasan pada pasar aplikasi resmi. Laporan Proton menyoroti bahwa baik Apple maupun Google hanya mewajibkan pengembang untuk menyerahkan dokumen verifikasi mandiri tanpa disertai audit independen.

Baca Juga: Adobe Photoshop Kenalkan AI Assisted Editor dan Fitur Baru

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kondisi tersebut membuat proses verifikasi minim pengaman dan menyulitkan pengguna dalam membedakan aplikasi yang benar-benar melindungi privasi atau justru melakukan sebaliknya. Hingga berita ini diturunkan, pihak Apple dan Google belum memberikan tanggapan resmi saat dimintai komentar.

Menanggapi temuan tersebut, Penulis Senior CNET Attila Tomaschek menyatakan bahwa laporan ini menegaskan pentingnya transparansi di balik sebuah layanan VPN.

"Proton’s report is yet another example of why it’s so important to know who’s behind your VPN and what data they’re collecting," ujar Tomaschek.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak berasumsi bahwa popularitas sebuah aplikasi di toko resmi menjamin keamanan privasi penggunanya.

Baca Juga: Dompet Kripto Lama Terbuka, Pria Inggris Ini Jadi Miliarder

"It’s also another reminder that just because a VPN app is popular in Apple’s or Google’s app marketplaces, it doesn’t necessarily mean that the VPN app is safe to use," tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, pengguna disarankan untuk memilih layanan yang memiliki rekam jejak jelas dan transparan terkait kebijakan privasi serta yurisdiksi hukumnya. Layanan seperti Proton dan ExpressVPN disebut secara teratur menduduki peringkat atas dalam rekomendasi pengujian CNET.

"Instead, opt for a trustworthy VPN that is crystal clear about where it’s based, who’s behind it and how it protects user privacy," pungkas Tomaschek.

Tags: AppleGoogleprivacyprotonVPN

Berita Terkait

Ilustrasi pengguna berinteraksi dengan chatbot AI yang menyimpan risiko privasi data.
Ototekno

Survei: Sepertiga Pengguna Bagikan Rahasia Pribadi ke Chatbot AI

by Fitriani Putri
Agustus 29, 2026
Antarmuka Adobe Photoshop dengan fitur AI Assisted Editor
Ototekno

Adobe Photoshop Kenalkan AI Assisted Editor dan Fitur Baru

by Ahmad Fauzi
Agustus 29, 2026
Ilustrasi mata uang kripto Bitcoin dan dompet digital
Ototekno

Dompet Kripto Lama Terbuka, Pria Inggris Ini Jadi Miliarder

by Dwi Cahyo Nugroho
Agustus 29, 2026
Kapal berlayar di laut lepas yang didukung konektivitas satelit Telkomsat
Ototekno

Telkomsat Andalkan Konektivitas Satelit Atasi Sinyal Hilang di Kapal

by Rina Wijayanti
Agustus 29, 2026
Ilustrasi logo Meta dan platform media sosial
Ototekno

Meta Ajukan Syarat Ketat dalam Kesepakatan Hukum USD 18 Miliar

by Fitriani Putri
Agustus 29, 2026
Leave Comment
  • 4 Khasiat Wirid Sirrullah, Dzatullah, Sifatullah, Wujudullah yang Bisa Kita Ketahui Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Angka Keberuntungan Menurut Primbon Jawa Berdasarkan Hari Kelahiran, Cek DISINI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SIMAK! Kunci Jawaban WOW Level 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 dan 50

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Biskuit 3D Teka-Teki MPLS atau MOS, Jika penasaran langsung aja deh cek disini..

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Link Nonton Isekai Meikyuu de Harem wo Episode 1 – 12 Sub Indo, Cek Disini Untuk Link Nonton Anime Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
Berita Tren

© 2026 Berita Tren

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Info Karir
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren

© 2026 Berita Tren