BERITA TREN – Ramai diperbincangkan di berbagai media jika sejumlah artis terlibat dalam kejahatan praktek Money Laundry atau pencucian uang oleh Rafael Alun.
Kasus pencucian uang Rafael Alun mulai terangkat sejak tragedi penganiayaan oleh anak pejabat Ditjen Pajak. Gaya hedon Mario Dandy telah mengungkap jumlah kekayaan ayahnya.
Hingga muncul sosok Iskandar Sitorus yang melaporkan dua artis berinisial P dan R terlibat sebagai pemutar roda bisnis uang panas tersebut.
Menaggapi berita yang masih terus bergulir tersebut, inilah tanda-tanda bisnis yang sumber dananya berasal dari uang praktek Money Laundry.
Rhenaldy Kasali mengajak untuk memahami ciri-ciri orang yang menjalankan bisnis menggunakan uang hasil kejahatan tersebut.
Ada 10 tanda yang dapat dilihat dan diperhatikan dari bisnis yang merupakan sarana penyimpanan uang hasil kejahatan.
Tiba-tiba usahanya menjadi sangat besar
Mereka tidak membutuhkan waktu yang lama dalam membangun bisninya menjadi besarnya, sehingga membuat orang yang melihatnya terkagum-kagum.
Easy Money
Dalam menjalankan bisnisnya baik sumber dana atau cara mereka menghasilkan uang sangatlah mudah, seakan-akan uang turun dari langit.
Mereka selalu punya alibi
Mereka selalu punya alasan untuk menjelaskan sumber kekayaan yang mereka miliki, dari mulai hasil usahanya, investasi di bidang lain hingga pekerjaan yang masih dijalaninya.
Namun jika diperhatikan dengan seksama, kekayaan super fantastis yang dimiliki tidak signifikan dengan usaha dan pekerjaan sedang yang dijalankannya.
Bukan membangun usaha, tetapi membangun ‘New Empire’
Mereka lebih fokus untuk menarik lebih banyak orang yang menitipkan uang pada bisnisnya dari pada mengembangkan bisnisnya.
Hal ini tentu menarik para pelaku kejahatan yang ingin menyembunyikan uang agar tidak terdeteksi dalam rekening pribadinya.
Mengaku modalnya dari warisan atau dari bisnis yang sulit dipahami oleh umum.
Mereka membangun bisnis yang tidak dapat dimengerti oleh umum dan tidak dapat terdeteksi mekanisme menjalankan bisnisnya.
Contohnya seperti tranding, bisnis berbasis algoritma, judi online dan sebagainya.
Baca Juga: Cek! DPR Pertanyakan Tentang Perbedaan Data Antara PPATK dan Kemenkeu, Mahfud MD: Ga Ada yang Beda
Bisnis Sunset
Para pembisnis ini akan memilih bisnis sunset atau bisnis yang sedang meredup namun di tangan mereka bisnis tersebut menjadi bersinar kembali.
Salah satu karakter para pembisnis Money Laundy ini adalah selalu ingin menunjukan jika mereka adalah orang yang memiliki uang dan terpandang.
Tersembunyi sosok tersembunyi dibelakang mereka
Dalam menjalankan bisnisnya tidak pernah diketahui dengan pasti siapa orang yang membuat bisnisnya menjadi besar.
Pemain besarnya biasanya bersembunyi diantara karyawan-karyawan lainya, namun terlihat paling bersinar dan memiliki kekayaan yang berkali-kali lipat dari karyawan umumnya.
Bisnisnya tumbuh besar tapi tidak punya keahlian bisnis
Mereka tidak mengerti planing, management ataupun marketing untuk bisnisnya, keahlian utama mereka adalah mampu berbiara dihadapan publik.
Dikelilingi oleh media komunikasi
Hal yang paling rancu dalam praktek bisnisnya, selalu dikelilingi oleh orang-orang yang membuat konten untuk dipublikasikan.
Mereka juga berani berinvestasi di beberapa kanal media komunikasi, sehingga saat terjadi kasus, kanal-kanal tersebut tidak akan memberitakannya.
Mereka terlihat ‘Generous’
Ciri yang paling umun adalah mereka sering terlihat membagi-bagikan uang untuk menarik perhatian publik atas dirinya tanpa mempedulikan bisnisnya.
Tiba-Tiba Bermasalah
Dalam circle bisnisnya akan selalu ada orang-orang yang bermasalah, karena orang-orang tersebut biasanya titipan dari orang tua yang menyimpan uangnya dalam bisnisnya.
Dan salah satu karakter pelaku kejahatan pencucian uang adalah mereka tidak mampu menanamkan nilai yang baik untuk anak-anaknya. ***







