Follow FansPage
Berita Tren
Kamis, 4 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
No Result
View All Result
Berita Tren
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Nasional

Terkait Pupuk, Sutikno Peneliti Budidaya Berbasis Mikroba dari Unila Surati Presiden Siap Dampingi Petani

by Kris Dwi Antara
Juni 1, 2023
in Nasional
0
0
SHARES
227
VIEWS

 

BERITA TREN – Pupuk masih menjadi urusan pelik petani di Indonesia. Tak hanya soal ketersediaannya tapi juga penggunaan pupuk kimia kini mulai dirasa merugikan, hingga Presiden ikut cawe-cawe. Unila hadir memberi solusi mengenai Budidaya Berbasis Mikroba.

Seorang peneliti dari Universitas Lampung (Unila), Dr. Ir. H. Sutikno, M.Sc mengklaim telah menemukan Teknologi Budidaya Berbasis Mikroba yang dapat menjadi solusi. Sutikno telah bersurat kepada Presiden Jokowi menyatakan dirinya bersama tim siap mendampingi petani.

Teknologi Budidaya Berbasis Mikroba (BBM) berdasarkan penelitian Tim Unila, dipromosikan kepada presiden bisa menggantikan pupuk kimia dan memberi keuntungan besar pada petani karena selain memproduksi pangan organik juga mampu meningkatkan kapasitas produksi.

Baca Juga: Rangkuman Sejarah Lahirnya Pancasila, Nilai Luhur Para Pendahulu Bangsa Hingga Menjadi Dasar Negara Indonesia

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo yang dihadiri Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (27/04/2023).

Presiden Jokowi mendorong penggunaan pupuk organik setelah mendapat masukan dan laporan hasil riset tentang penurunan kualitas tanah pada beberapa lahan pertanian.

Menurut Mentan Syahrul Yasin Limpo, ini untuk mengembalikan kesuburan lahan-lahan pertanian dan mempertahankan kualitas tanah. Pemerintah memutuskan mau tidak mau optimalisasi penggunaan pupuk organik harus dilakukan.

“Keberpihakan pemerintah terhadap penggunaan pupuk organik ini untuk mengatasi degradasi kualitas tanah,” terang Syahrul Yasin Limpo, usai rapat di Kantor Sekretariat Presiden, Jakarta.

Baca Juga: Mengenang Alm. Tedjo Sumarto, Penyiar Legendaris RRI Acara Mimbar Hukum ‘Forum Negara Pancasila’ Era 1980-1995

Presiden Jokowi minta dilakukan pengurangan ketergantungan pada pupuk kimia dengan mengoptimalkan penggunaan pupuk organik bagi petani. 

“Bapak Presiden hari ini menegaskan pupuk organik harus masuk kembali dan memerintahkan Menteri Pertanian segera harus mengubah Permentan Nomor 10 Tahun 2022. Ini semua prosesnya harus dilakukan secara cepat,” tandas Mentan, Kamis (27/04/2023).

Presiden meminta agar produsen-produsen pupuk organik yang ada di masyarakat dalam bentuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dihidupkan kembali serta diakomodasi. 

Menteri Pertanian juga mendapat instruksi untuk membuat percontohan komunitas atau asosiasi dengan jumlah yang terpetakan dengan baik, membangun pola pikir mengenai pupuk organik, serta mengadakan pelatihan-pelatihan bagi petani.

Untuk diketahui, petani Indonesia mulai gemar menggunakan pupuk kimia sejak pemerintah mengampanyekan Revolusi Hijau, untuk tujuan meningkatkan produksi pangan. Dimana tahun 1963 tim IPB menyelenggarakan Program Swa Sembada Bahan Makanan (SSBM).

Baca Juga: Demi Mendorong KUMKM Naik Kelas, Promedia Bangun Megaportal Sebagai Sarana Promosi

Pemerintah kemudian mengadopsi program tersebut. Bermula dari sini, mulai terjadi kerusakan alam atau penurunan kualitas tanah akibat penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang tak terkendali itu.

Merespon hal itu, kata Direktur Penelitian dan Pengembangan Ghaly Organik/IT, Dr. Ir. H. Sutikno, M.Sc., alasan dirinya pada 14 Mei 2023 mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo.

“Memperhatikan permintaan Bapak Presiden pada Bapak Menteri Pertanian untuk memfasilitasi petani agar dapat menggunakan pupuk organik sebagai pupuk alternatif dan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia,” kata Sutikno kepada BeritaTren.com di Bandar Lampung, Kamis (01/05/2023).

Sutikno, alumni S2 dan S3 Michigan State University, USA ini terpanggil. Merasa sebagai anak bangsa yang telah disekolahkan oleh negara, dosen Sarjana S1 dan Pascasarjana jurusan THP Fakultas Pertanian Universitas Lampung ini ingin diberi kesempatan untuk berpartisipasi.

Sutikno bersama timnya telah mengembangkan Inovasi Teknologi Budidaya Berbasis Mikroba (BBM). Dirinya siap menjadi narasumber dan pendamping petani untuk mengurai masalah kelangkaan dan mahalnya pupuk kimia serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Baca Juga: Darurat Kemanusiaan! Asean Minta Indonesia Pimpin Operasi Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

Kepada BeritaTren.com, Sutikno menyatakan dirinya siap mendukung kebijakan pemerintah, berkontribusi menyediakan sarana Budidaya Berbasis Mikroba (BBM) dan mendampingi penerapannya. 

“Setelah 21 tahun lebih melakukan penelitian, kami akhirnya menemukan Teknologi Budidaya Berbasis Mikroba (BBM) sebagai pengganti pupuk kimia yang mampu memproduksi pangan organik dengan produksi tinggi,” ungkap Sutikno.

Ia menerangkan, Teknologi BBM adalah teknik budidaya terpadu berbasis mikroba yang mampu; menetralisir residu kimia tanah, menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman
secara dinamis, menghambat/membasmi hama dan penyakit tanaman.

Termasuk menghasilkan zat tumbuh tanaman, dan memperbaiki tekstur, biologi, fisik, dan kimia tanah.

Alumni S1 Institut Pertanian Bogor (IPB) ini mengatakan, Teknologi BBM telah diterapkan pada tanaman pangan seperti padi, cabe, sayuran dan tanaman perkebunan, antara lain kopi, tebu, kelapa sawit, dan tanaman coklat.

Baca Juga: Merawat Pluralisme Indonesia, Luncurkan Istilah Baru “Kristen Muhammadiyah”, Tak Perlu Ribut Ini Penjelasannya

“Khusus untuk tanaman kopi, kami telah menguasai teknologi budidaya dan teknologi
pengolahan biji kopinya untuk menghasilkan kopi robusta organik yang mutunya setara dengan kopi luwak,” paparnya.

“BBM juga telah berhasil kami terapkan untuk revitalisasi tambak udang dan menghasilkan udang organik (tanpa residu kimia dan bebas dari mikroba patogen),” ungkap Sutikno bangga.

Kepada BeritaTren.com ia membocorkan, bahwa komponen inti BBM adalah Konsorsium Mikroba Ghaly Organik (KMGO).

KMGO adalah kumpulan mikroba tertentu, yang diberi nama Ghaly Organik, menandai bahwa penemuan ini merupakan hasil penelitian timnya. Sutikno juga mengatakan, KMGO terdiri atas Konsorsium Mikroba Padat (KMP) dan Konsorsium Mikroba Cair (KMC).

Peneliti lulusan Michigan State University, USA ini menerangkan bahan baku KMGO tidak perlu impor karena semua bahan bakunya tersedia berlimpah di tanah air.

Baca Juga: Berani! Urusan Pupuk ASN Sebut PSK Lebih Mulia dari Anggota Dewan, Kini Diperkarakan Tapi Dibela Netizen 

Ia menerangkan, bahan baku dimaksud adalah; limbah padat pertanian sebagai sumber karbon seperti kotoran hewan, dan blotong tebu, limbah padat sawit, ditambah batuan fosfat, dan kalium dust collector yang merupakan limbah pabrik kelapa sawit. 

KMGO dapat diproduksi di seluruh wilayah Indonesia dengan dana investasi yang relatif kecil. Sutikno yakin, Teknologi BBM mampu mengatasi masalah pangan, dan masalah pertanian Indonesia.

Lebih jauh Sutikno menjelaskan, Teknologi BBM dapat memulihkan dan merevitalisasi 72% lahan pertanian yang kritis, menggantikan pupuk kimia yang harganya mahal dan ketersediaannya langka, menerapkan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan (circular sustainable and eco-friendly agriculture).

Advertisement. Scroll to continue reading.

Teknologi BBM juga dapat meningkatkan mutu dan produktivitas tanaman pertanian (seperti padi dan singkong) dan tanaman perkebunan (seperti kopi, tebu, dan sawit), serta merevitalisasi tambak udang yang tercemar racun dan penyakit dan meningkatkan mutu dan produktivitas
tambak udang.

Baca Juga: Cek Program MBKM Apa Saja? Kampus Merdeka, Konversi SKS Salma Salsabila Usai Taklukan Indonesian Idol 2023

Selanjutnya, berfungsi untuk mempertahankan swasembada beras dan mempercepat swasembada gula, daging, dan pangan lainnya, dan meningkatkan nilai devisa negara melalui
peningkatan ekspor Crude Palm Oil (CPO) organik.

Termasuk udang organik, kopi organik bermutu setara kopi luwak, lada organik, cacao organik, dan produk rempah organik lainnya.

Mantan Manager Divisi Peternakan PPK Puspita Ceper, Klaten, Jawa Tengah ini juga menyatakan kesiapannya jika ada pihak investor yang mau menjalin kerjasama mendirikan pabrik.

“Kami siap mendampingi dan bekerjasama jika ada yang mau berinvestasi memproduksi pangan organik via BBM untuk peningkatan produksi pertanian menggunakan pupuk organik,” katanya kepada BeritaTren.com ***

Tags: mikrobaorganikPresidenPupukSutiknoUNILA

Berita Terkait

Momen Prabowo Cium Bendera Merah Putih
Nasional

Momen Prabowo Cium Bendera Merah Putih, Paskibraka Pembawa Baki Terharu

by Rizky Pratama
Agustus 18, 2025
Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 18 Agustus 2025
Nasional

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 18 Agustus 2025 Ditiadakan, Ini Alasannya

by Rina Wijayanti
Agustus 18, 2025
Kumpulan 40 Link Twibbon HUT RI ke-80
Nasional

Kumpulan 40 Link Twibbon HUT RI ke-80 untuk 17 Agustus 2025, Gratis!

by Aditya Saputra
Agustus 17, 2025
Ucapan HUT ke-80 RI 2025
Nasional

Deretan Inspirasi Ucapan HUT ke-80 RI 2025, Penuh Makna dan Semangat

by Kris Dwi Antara
Agustus 17, 2025
Pemerintah Paparkan Metodologi Penghitungan Angka Kemiskinan Nasional
Nasional

Pemerintah Paparkan Metodologi Penghitungan Angka Kemiskinan Nasional

by Ahmad Fauzi
Juni 15, 2025
Next Post

Suka Bermain Game! Kamu Harus Tahu 3 HP Xiaomi Khusus untuk Gaming, Desain Gahar Spek Jempolan

Leave Comment
  • Link Nonton Isekai Meikyuu de Harem wo Episode 1 – 12 Sub Indo, Cek Disini Untuk Link Nonton Anime Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TERJAWAB SUDAH! Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 Halaman 192, Menuliskan Ungkapan yang Lebih Santun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SIMAK! Kunci Jawaban WOW Level 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 dan 50

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panduan Lengkap Perbedaan Barcode Solar Subsidi dan Industri Tahun 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kunci Jawaban PKN Kelas 8 Halaman 29, Membuat Tabel Bagan Hubungan Isi Proklamasi Kemerdekaan dan UUD 1945

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
Berita Tren

© 2026 Berita Tren

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Info Karir
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren

© 2026 Berita Tren