Follow FansPage
Berita Tren
Kamis, 4 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
No Result
View All Result
Berita Tren
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Serba Serbi

Mudik Lebaran, Mengenal Tradisi Unik Resonansi Keindonesiaan yang Tak Lekang Dimakan Zaman

by Kris Dwi Antara
April 21, 2023
in Serba Serbi
0
0
SHARES
143
VIEWS

BERITA TREN – Setiap tahun, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri, masyarakat Indonesia disibukkan dengan kegiatan mudik lebaran. Sebuah tradisi turun temurun yang menjadi tren hajat nasional.

Tradisi mudik lebaran alias pulang kampung menjelang perayaan hari raya umat Islam, Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 1 Syawal dalam penanggalan Hijriah. Faktanya, juga banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia non muslim.

Biasanya, tradisi mudik lebaran ini dilakukan oleh orang-orang yang merantau, tujuannya tentu untuk melepas rindu; berkumpul, bertemu, dan bersilaturahim dengan keluarga di kampung halaman.

Baca Juga: Besok Lebaran! Cek Resep Opor Ayam Spesial Idul Fitri 1444 Hijriah, Cocok untuk hidangan di Hari Pertama

Ditinjau dari sisi sejarah, ternyata di Nusantara tradisi unik ini sudah ada sejak Zaman Kerajaan Majapahit. Tradisi ini turun temurun dari nenek moyang zaman tersebut hingga generasi zaman sekarang.

“Ini momen healing dan traveling masal,” kata Lyondra pada BeritaTren.com, seorang pelajar sebuah SMP mewakili generasi milenial, Jumat (21/04/2023).

Tradisi mudik bagi perantau juga bertujuan untuk menunjukkan eksistensi sebuah keberhasilan.

Baca Juga: Menjelang Idul Fitri 1444 H, Begini Doa Akhir Ramadhan Agar Kita Diberikan Umur Panjang oleh Allah SWT

Mereka dapat berbagi dengan sanak famili yang telah lama ditinggalkan, untuk ikut merasakan keberhasilan.

Dari sisi lain, mudik juga menjadi terapi psikologi, memanfaatkan waktu libur lebaran dengan berwisata setelah satu tahun sibuk dalam rutinitas pekerjaan, sehingga pada saat masuk kerja kembali memiliki semangat baru.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ditilik dari asal kata, “mudik” dan “lebaran” yang sering muncul pada bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri ini berasal dari bahasa Jawa Ngoko, yakni “muleh dikek” yang berarti “pulang sebentar”.

Baca Juga: Jangan Ketinggalan! Doa Ziarah Kubur Lengkap dengan Latin dan Artinya, Dilakukan waktu nyekar atau berziarah

Sementara “lebaran”, diartikan sebagai sebuah keleluasaan atau kelegaan hati setelah sebulan penuh berpuasa.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) “mudik” adalah “ke udik” atau “pulang ke kampung halaman”.

Pemerintah mencatat, mudik terasa mulai muncul sekitar tahun 1970-an. Dimana pada saat itu Jakarta masih menjadi satu-satunya kota besar di Indonesia.

Banyak orang dari desa atau luar kota datang mencari kerja ke Jakarta (urbanisasi). Mereka datang bergelombang ke kota untuk mengadu keberuntungan.

Baca Juga: Hasil Sidang Isbat Sudah Ditetapkan, Lebaran 1 Syawal 1444 H Jatuh pada Tanggal 22 April 2023!

Menurut Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB Unair), Prof. Dr. Purnawan Basundoro, S.S,.M.Hum., urbanisasi membuat masyarakat mulai merindukan kampung halamannya.

Dalam perkembangannya, gelombang arus mudik yang juga memutar kencang roda perekonomian di semua sektor kehidupan ini pun menjadi agenda paling menyibukkan pemerintah.

Pemerintah sebagai pelayan masyarakat berusaha menghadirkan fasilitas dan pelayanan terbaik untuk membantu kelancaran dan ketertiban para perantau dalam arus mudik.

Hal tak kalah pentingnya adalah momen usai mudik lebaran. mereka akan meninggalkan kampung halaman kembali ke tempat mereka sebelumnya beraktifitas. Gelombang ini disebut arus balik.

Baca Juga: Menag Pastikan Pemerintah Fasilitasi Ibadah Salat Idul Fitri 1444 H Bagi Warga Muhammadiyah

Tak sedikit perusahaan tempat mereka bekerja bahkan pemerintah daerah tempat kampung halaman mereka yang tergerak memfasilitasi armada perjalanan untuk mudik gratis.

Semua mengakui telah terjadi simbiosis mutualisme dalam sektor ekonomi.

Ditemui di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) jalan tol, rest area KM 163 B tol Gunung Batin, Lampung, Ratimin (23th) salah satu pemudik tujuan Kabupaten Mesuji berbagi cerita dengan kontributor BeritaTren.com

“Bersama rombongan Mas, pulang ke Mesuji, iya ini difasilitasi perusahaan,” kata Ratimin.

Baca Juga: Menilik Munculnya Imam Mahdi Dengan Terjadinya Gerhana di Bulan Ramadhan, Simak Penjelasan dari Buya Yahya

Fenomena eksodus pemudik sering terlihat antri berdesak-desakan di terminal, stasiun, dan pelabuhan serta macet panjang.

Mereka rela memanfaatkan waktu libur panjang dengan susah payah bahkan beresiko demi bisa melaksanakan tradisi pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga saat lebaran.

Bagi mereka, terutama yang bekerja di perusahaan yang hanya bisa pulang kampung di saat libur panjang. Momentum ini meluas dan terlihat berkembang menjadi sebuah fenomena.

Baca Juga: Jangan Dianggap Sepele! Waspada Microsleep yang Sering Menjadi Penyebab Utama Kecelakaan Selama Mudik

Kondisi tersebut terlihat saat libur panjang terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri, dalam suasana pulang kampung biasa jarang diistilahkan dengan kata mudik.

Magnet utama dalam peristiwa pulang kampung mudik lebaran adalah bertemu dengan orang tua.

Ditemui di tempat lain, seorang pemudik tampak berkaca-kaca bisa pulang kampung.

“Sejak covid kemarin kami tak bisa pulang Mas, kangen orang tua,” tutur Daryatmo.

Baca Juga: Ini Dia Beberapa Cara Mengatasi Masalah Susah BAB Selama Puasa di Bulan Ramadhan, Pakai Cara Alami!

Kepada kontributor BeritaTren.com, pria yang memboyong keluarganya mudik naik sepeda motor itu menjelaskan, ia wajib pulang kampung untuk mencari berkah, karena bisa bertemu orang tua, silaturahmi dengan keluarga, kerabat dan tetangga.

Ketika ditanya soal barang bawaannya, pemudik yang sedang antre di SPBU itu sambil tersenyum menjawab, biasa Mas sedikit oleh-oleh dari kota.

Ada yang menarik dalam fenomena ini, masyarakat ternyata tak bisa meninggalkan tradisi mudik ini.

Baca Juga: Tantangan Pecinta Kuliner Selama Hari Raya Idul Fitri, Bagaimana Cara Menurunkan Kadar Kolesterol Dalam Darah?

Bagi pemudik atau perantau, tradisi mudik lebaran adalah wajib, dan ini juga menjadi pengingat asal usul daerah mereka.

***

Tags: Lebaranmudiktradisi unik

Berita Terkait

Tidak Lagi Manual, Pendaftaran Gaji Pensiun PNS Pindah ke Platform Andal 2025
Serba Serbi

Tidak Lagi Manual, Pendaftaran Gaji Pensiun PNS Pindah ke Platform Andal 2025

by Kris Dwi Antara
Desember 28, 2024
Taspen Pastikan Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair pada 1 Januari 2025 Meski Hari Libur Nasional
Serba Serbi

Taspen Pastikan Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair pada 1 Januari 2025 Meski Hari Libur Nasional

by Kris Dwi Antara
Desember 28, 2024
4 Hak yang Bisa Diperoleh Ahli Waris dari Taspen Jika PNS Aktif Meninggal Dunia, Cek Syarat dan Ketentuannya
Serba Serbi

4 Hak yang Bisa Diperoleh Ahli Waris dari Taspen Jika PNS Aktif Meninggal Dunia, Cek Syarat dan Ketentuannya

by Kris Dwi Antara
Desember 27, 2024
Serba Serbi

Pecinta Kuliner Khas Daerah Aceh, Wajib Banget Coba Resep Jengkol Goreng Sambalado Khas Aceh Ini!

by Kris Dwi Antara
November 29, 2024
Serba Serbi

Pecinta Kuliner Khas Daerah Aceh, Wajib Banget Coba Resep Jengkol Goreng Sambalado Khas Aceh Ini!

by Dwi Cahyo Nugroho
Desember 3, 2024
Next Post

5 Amalan Malam Takbiran yang Dapat Mendatangkan Keberkahan Menjelang Idul Fitri

Leave Comment
  • Link Nonton Isekai Meikyuu de Harem wo Episode 1 – 12 Sub Indo, Cek Disini Untuk Link Nonton Anime Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TERJAWAB SUDAH! Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 Halaman 192, Menuliskan Ungkapan yang Lebih Santun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SIMAK! Kunci Jawaban WOW Level 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 dan 50

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Panduan Lengkap Perbedaan Barcode Solar Subsidi dan Industri Tahun 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kunci Jawaban PKN Kelas 8 Halaman 29, Membuat Tabel Bagan Hubungan Isi Proklamasi Kemerdekaan dan UUD 1945

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren
Berita Tren

© 2026 Berita Tren

Navigasi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Info Karir
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Internasional
  • Khazanah
  • Nasional
  • Ototekno
  • Pendidikan
  • Serba Serbi
  • Sport
  • Tren

© 2026 Berita Tren